Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Sorry

Sorry


For all of the things that I haven’t done

For all of the things that I couldn’t promise

For all of the things I never finished


Sorry


For all of the words I never spoken

For all of the lateness that I made


Sorry

Jumat, 22 April 2011

Hati Yang Berlubang (Sumpah bukan judul sinetron)

Setiap orang punya lubang di hatinya. Gue yakin itu. Lubang itu bukan cuma dari hal yang sifatnya cinta-cintaan tapi bisa juga dari pencapaian yang tidak berhasil. Sesuatu yang sangat diidamkan nanmun ga juga berhasil untuk didapatkan pastinya akan membuat seseorang penasaran. Buat yang lagi baca, sumpah, ini ga ada hubunganya sama setan. Bukan Pocong Mandi Goyang Pinggul bukan juga Kuntilanak Kesurupan. Maksudnya jangan takut dulu gitu. Tapi siapa sih yang bakal takut dengan Pocong yang bisa goyang?

Anywho, mereka yang penasaran itu akan terus membayangkan gimana rasanya ketika mereka bisa ngedapetin sesuatu yang mereka mau itu. Seperti apa rasanya ketika keadaan yang mereka bayangkan sesuai dengan kenyataan yang mereka dapat. Sebenernya ini dasar dari terciptanya lubang itu. Bukan dari barang yang ga berhasil didapat, tapi dari kenyataan bahwa harapan ga berubah jadi kenyataan. Sesuatu yang tidak berwujud terkadang emang lebih powerful untuk menggiring emosi seseorang ke suatu titik. Beberapa mungkin bilang bahwa mereka telah moved on. Mereka udah lupa tuh kalo mereka pernah menginginkan suatu hal dengan sangat. Silahkan ngomong sama tembok. Mungkin, belom ada satu kejadian slash situasi slash sebuah memento yang bener-bener bisa ngebangkitin atau mungkin bisa juga dikatakan membuka lubang yang menurut mereka udah mereka tutup. Padahal mah bukan ditutup tapi cuma dilapis pake kain tipis. Samar-samar masih akan tetap terlihat apa yang ada didalamnya.

Ketika ditilik lebih jauh lagi, menurut gue waktu aja ga cukup untuk menutup lubang tersebut. Waktu emang jadi penyembuh terbaik untuk beberapa luka. Tapi soal penutupan lubang ini, ga cuman waktu yang bisa nutup. Perlu sesuatu lebih dari itu. Buat gue, namanya adalah self-control. Ya, pengendalian diri kuncinya. Dengan mengendalikan diri, seseorang akan bisa melupakan sesuatu dengan cara ga membiarkan dirinya untuk mengingat. Dia juga akan membatasi dampak yang mungkin keluar dari tidak tertutupnya lubang tersebut supaya ga ngasih dampak negatif ke orang lain. At least, orang lain ga akan ngerasa terbebani dengan lubang yang masih terbuka itu. Mereka cukup tahu kita dalam keadaan sekarang dengan asumsi lubang itu udah lama tertutup. Cukup kita sendiri yang tahu sebesar apa lubang itu terbuka. Pengendalian diri ini gabisa terjadi dengan sendirinya. Namanya juga pengendalian diri, diri sendiri lah yang harus ngendaliin. Karena jika tidak, lubang itu akan terus ada. Menunggu hal-hal yang membuat lubang tersebut tercipta untuk kemudian datang kemabali dan menutup lubang tersebut. At this point, time isn’t the best healer. You are.

Senin, 13 September 2010

Alone again. Naturally

Pernah ga sih kita ngerasa sepi,bukan sepi krn ga ada orang lho ya. Yaa itu juga cuman lebih ke sepi yang dirasain didalem. Sepi dari dalem diri bukan sepi dari luar. Perasaan-perasaan kayak gitu suka dateng saat kita ga lagi ngapa-ngapain dan akhirnya pikiran jadi kemana-mana terus keinget lagi hal-hal yang sebenernya udah kita pendem. Udah berusaha kita taro ditempat yang agak jauh di otak kita. Tapi ya hal itu begitu unik dan spesial,sampe-sampe dalam sekejap bisa muncul lagi ke permukaan walaupun udah ditaro ditempat yang dalem. Hal-hal kayak gini kayaknya menimpa orang secara umum. Gue bisa bilang gitu krn di twitter ada yang namanya Jam Galau. Gue nyebutnya gitu. Jam Galau adalah waktu dimana Timeline udah mulai sepi dan beberapa orang memutuskan untuk ngetweet tentang hal-hal yang sifatnya curhat. Hal-hal yang tiba-tiba muncul lagi bersamaan sama rasa sepi yang datang. Kalo udah gitu,di malam hari dimana orang udah pada mulai tidur,twitter pun berubah jadi temen curhat segelintir orang. Yaa mungkin ada sedikit (itupun kalo mau diakui) niatan siapa tau tweet yang mereka buat diliat sama orang yang bersangkutan. Biar ngerasa gitu. Sepi yang model begini,datengnya agak rutin krn mungkin secara ga sadar dipiara.

Tapi ada juga rasa sepi yang emang dateng tiba-tiba. Kalo yang satu ini biasanya dateng ketika kita punya banyak kenangan ato mungkin otak kita emang cukup capable untuk mengingat hal-hal kecil. Dan amazing nya lagi,hal-hal yang kita temui suka dihubung-hubungin aja gitu sama si otak ke kenangan yang kita punya. Dan seketika,rasa sepi itu datang lagi. Otak sama hati emang suka ga sinkron. Terkadang otak kita nyuruh berhenti misalnya. Hati kita nyuruh kita maju. Dan ketika akhirnya hati kita menerima untuk disuruh berhenti,otak suka nangkep hal-hal yang nantinya kan ngebuat kita ngehubung-hubungin lagi sama kenangan yang udah kita pendem. Some things are remain in its place. Rutinitas kayak gini lah yang kerap dateng ke orang-orang dan ya ngebawa perasaan sepi ke mereka. Mungkin dengan punya banyak aktifitas jadi sedikit lupa sama rasa sepi itu. Istilahnya,ada distraction yang dateng. Ada sesuatu yang untuk sementara ngalihin pikiran kita. Ya untuk sementara pula,kita sama sekali ga mikirin hal-hal yang bisa ngundang sepi itu. Dan ketika distraction itu selesai kita kerap kembali ngerasa sepi. Alone again,naturally.

Kamis, 02 September 2010

Should I?

Should I close down this fairytale?

Should I erase those memories?

Should I totally forget about everything and not give a damn care?


After all this time,my answer is still "I don't think so". Thoughts like that keep coming for this last few days. And I have to admit that those vibe still curl inside me,around me,and even when my thoughts are distracted. Don't know why,are those signs or else I don't wanna make a conclusion about that. What I'm pretty sure about is you're in too deep. You make me feel certain about you. That was a great journey back then and for me you're a wonderful partner to make it through together. Actually I don't wanna let you go but on the other side I don't wanna force you to do something you didn't like. It's not wise and I couldn't stand to see you living lies. So am I. I'm not gonna live lies then I have to admit all of this. Well,in the end I think those questions I've mentioned earlier will keep coming back. Questions about should I?

Kamis, 12 Agustus 2010

About Move on

Another post about love. Well,gue tiba-tiba aja kepikiran tentang masalah move on dan ga peduli. Maksud gue gini,hal yang klise kalo suatu hubungan gagal salah satu pihak biasanya disuruh move on. Terus tau-tau sampe di satu titik dimana orag itu masih peduli banget. Nah disitu letak perbedaannya. Menurut gue,seseorang gabisa dipaksa buat lupa sepenuhnya. Dia mungkin aja masih sangat-sangat peduli tapi hidupnya tetep lanjut. Tetep berjalan kayak sewaktu dulu dia ga punya pasangan. Menurut gue,itu tetep move on. Yang namanya gabisa move on adalah kalo orang itu berlarut-larut ngarepin semuanya balik lagi kayak dulu,kayak ga ada apa-apa. Kemungkinan balik lagi itu emang ada,tapi kalo semuanya berjalan kayak ga ada apa-apa gue ga yakin. Karena yang namanya kesempatan kedua itu emang ada tapi yang pasti akan ada sedikit perubahan dan perubahan itu bisa bagus ato malah sebaliknya.

Ya intinya menurut gue,move on itu adalah dimana kita masih bisa ngelanjutin hidup walaupun kita abis kena masalah yang gede. Kalo dihubungin sama perasaan ya udah ga relevan lagi. Krn siapa sih yang bisa nyalahin perasaan? Hati terkadang gabisa kita kontrol. Jadi kita mau nyalahin siapa? Itu lah move on menurut gue. Lain halnya kalo gita udah sama sekali ga peduli. Ya itu bukan move on. Itu namanya ga peduli. Sadar ato ngga selama kita masih sama “dia” dulu,kita seneng kan? Dan pasti sisa-sisa kepedulian itu masih ada. Satu hal lagi dan sekali lagi ini menurut gue,jangan paksa seseorang untuk jadi ga peduli. Move on itu perlu tapi jangan nyalahin hati. Jangan pernah. Do not ever blame other people’s heart for what they feel